Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
BPOM ajak Universitas Tsinghua berkolaborasi kembangkan ATMP
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-07 15:00:49【Kabar Kuliner】012 orang sudah membaca
PerkenalanKepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menyampaikan kuliah umum kepada mahasaisw

Beijing (ANTARA) - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengajak mahasiswa, peneliti, dan industri di Universitas Tsinghua, Beijing, China, berkolaborasi dalam pengembangan Produk Obat Terapi Lanjutan(Advanced Therapy Medicinal Products/ATMP) di Indonesia.
"Kami ingin mengembangkan sains dan teknologi ke tahap lebih besar melalui konsep ABG: akademia, bisnis, dan government.Universitas Tsinghua, sebagai salah satu kampus terbaik di China, bisa bekerja sama dengan BPOM, termasuk transfer teknologi untuk dikembangkan di Indonesia," kata Taruna kepada ANTARA, Selasa (4/11).
Pernyataan itu Taruna sampaikan usai memberikan kuliah umum berjudul Regulatory Policy and Advanced Therapy Medicinal Products (ATMP) and Strategies to Accelerate Access to Innovative Medicinesdi Tsinghua.
Kuliah umum tersebut dihadiri sekitar 150 mahasiswa, dosen, peneliti, dan pelaku usaha bidang kesehatan.
ATMP adalah produk medis berbasis sel atau jaringan yang digunakan untuk pengobatan, pencegahan, atau diagnosis penyakit. Produk ini meliputi terapi sel, terapi gen, dan rekayasa jaringan, termasuk stem cell, sekretom, dan terapi gen.
Taruna menekankan pentingnya uji klinis sebagai pintu masuk pengembangan ATMP.
"Uji klinis memastikan keamanan, kualitas, dan kemanfaatan produk. Uji pra-klinis dilakukan dulu pada hewan, baru manusia," jelasnya.
Ia menambahkan, uji klinis juga membuka peluang investasi, termasuk pembangunan pabrik obat di Indonesia, dan peserta uji klinis memperoleh kompensasi finansial. Bila lolos, BPOM akan menerbitkan izin edar sehingga produk bisa digunakan masyarakat.
Taruna menyebut, 94 persen bahan baku obat di Indonesia masih impor, terutama dari China dan India.
"Gangguan impor bisa menimbulkan krisis obat. ATMP berbasis biologi menjadi harapan baru, karena saat ini 65 persen obat berbasis biologi," kata Taruna.
BPOM telah mengatur ATMP melalui Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pedoman Penilaian Produk Terapi Advanced dan Peraturan Nomor 18 Tahun 2022 tentang Cara Pembuatan Obat Berbasis Sel dan Jaringan Manusia.
Produk yang mengalami manipulasi melebihi standar atau digunakan untuk tujuan non-homolog wajib mendapat izin edar BPOM.
Suka(999)
Artikel Terkait
- Dokter ingatkan konsumen untuk periksa label produk perawatan kulit
- Wihaji: Pendistribusian MBG di pulau
- Gubernur minta kepala daerah tetapkan lokasi pembangunan SPPG 3T
- Bupati Gowa tawarkan pasokan bahan pokok Perseroda ke SPPG
- BGN hentikan operasional SPPG Kota Soe 1 NTT imbas keracunan MBG
- Hamas: Cuma 980 truk bantuan masuk Gaza sejak gencatan senjata berlaku
- Koalisi organisasi masyarakat minta pemerintah terapkan cukai MBDK
- Gubernur Sumut: 81 siswa SMP di Toba diduga keracunan MBG telah sehat
- SPPG Polresta Pati minta maaf atas kendala distribusi MBG
- Petugas gabungan bersihkan puing kebakaran di Jakarta Barat
Resep Populer
Rekomendasi

Benarkah kecoak bisa cemari udara rumah?

Satu oknum Polda Bali ditetapkan sebagai tersangka kasus TPPO

Ade Rai ingatkan masyarakat agar peduli kesehatan sebelum sakit

Menggeser pusat gravitasi ekonomi Indonesia

11 SPPG 3T di Karimun dalam proses pembangunan

Lapas Narkotika Jakarta gagalkan penyelundupan sabu lewat ayam kecap

Pemkab Malang telusuri penyebab keracunan belasan pelajar Mts

Kemenkes edukasi warga Manokwari soal sistem rujukan kesehatan